Strategi Di Dzholimi ala Jokowi


rip-jokowi_
Dunia maya heboh dengan beredarnya gambar orbituary atau pengumuman atas nama Jokowi  dilengkapi nama yang selama ini disebut sebagai nama China Jokowi. Tidak kurang sampai Jokowi sendiri memberikan komentar atas iklan tersebut yaitu keterlaluan dan sudah di luar batas.
Secara alamiah tentu saja tudingan pelaku diarahkan kepada tim saingan Jokowi, siapa lagi kalau bukan tim Prabowo sebagai satu-satunya capres yang dianggap dapat menyaingi Jokowi.
Lalu siapa yang pertama kali menyebar gambar itu? Apakah benar lawan politik Jokowi yang menyebarkan atau justru sebaliknya kubu Jokowi sendiri yang menebar isu ini sebagaimana ditulis oleh Berric Dondarrion

Iklan RIP Jokowi Buatan Tim Jokowi

Hari ini ada berita heboh, yah sebenarnya menurut saya biasa saja tetapi menjadi heboh di kalangan Jokowi dan tim suksesnya, yaitu beredarnya gambar orbituary atau pengumuman atas nama Jokowi  dilengkapi nama yang selama ini disebut sebagai nama China Jokowi. Tidak kurang sampai Jokowi sendiri memberikan komentar atas iklan tersebut yaitu keterlaluan dan sudah di luar batas, atau yang kira-kira memiliki arti sama, karena saya lupa persisnya Jokowi mengatakan apa. Secara alamiah tentu saja tudingan pelaku diarahkan kepada tim saingan Jokowi, siapa lagi kalau bukan tim Prabowo sebagai satu-satunya capres yang dianggap dapat menyaingi Jokowi.

Ceritapun bertambah dengan seolah orbituary tersebut dimaksudkan untuk mengancam jiwa dan keselamatan Jokowi. Namun tentu saja apakah tim Prabowo atau Gerindra senaif itu? Apakah mereka tidak bisa melihat bahwa membuat gambar seperti itu bisa menyerang balik mereka? Tentu saja pasti mereka bisa memperhitungan dan melihat rekam jejak selama ini dimana meme atau gambar buatan Gerindra untuk melawan Jokowi biasanya lebih bersifat sarkastik tapi tetap memiliki dasar misalnya angka statistik korupsi PDIP dan statistik kebolosan anggota PDIP di DPR yang memang sesuai fakta di lapangan, maka saya bisa yakin bahwa tidak mungkin tim Gerindra yang melakukannya, tidak mungkin mereka sebodoh itu.

Kemudian saya mengingat kejadian awal tahun ini di mana Jokowi melontar isu bahwa dia disadap dan mau dibunuh dengan cara diledakan. Isu penyadapan belakangan terbukti hanya kebohongan dari Jokowi yang terbukti dari fakta bahwa Jokowi tidak mampu menunjukan satupun alat penyadap yang konon dia temukan; selain itu terbukti juga bahwa tidak pernah ada rencana meledakan Jokowi, yang terjadi adalah kapal yang akan ditumpangi Jokowi terbakar karena konsleting pada malam hari sebelum digunakan keesokan harinya, yang mana sudah dikonfirmasi tim forensik dari kepolisian bahwa kebakaran terjadi karena konsleting dan bukan karena bahan peledak atau tindakan terorisme apapun. Jadi di sini terbukti Jokowi hanya mengarang cerita supaya dia mendapat simpati masyarakat, atau istilahnya play victim.

Sejak kejadian di atas saya jadi ingat kejadian ledakan bom atau kerusuhan (saya lupa yang mana) di Solo pada saat kampanye Pilgub DKI, di mana saat itu Jokowi sepulangnya ke Solo berkata “Sungguh keji bila ini terkait pilgub Jakarta” Terus terang saat itu saya juga terpancing dan menganggap bahwa kejadian tersebut dilakukan oleh tim Foke untuk menunjukan bahwa Solo tidak aman. Wah, sungguh kejam sekali Foke, begitu saya berpikir. Namun setelah play victim Jokowi tersebut saya jadi berpikir ulang, jangan-jangan pelakunya adalah pasukan Jokowi sendiri apalagi di belakang Jokowi ada Hendropriyono, intelijen kesayangan Megawati dan Luhut Panjaitan purnawirawan dari Golkar namun teman bisnis Jokowi di Solo. Fakta bahwa Jokowi pelakunya semakin terbukti bila kita melihat sampai hari ini Solo tenang-tenang saja dan tidak pernah ada kejadian saat pilgub, ditambah lagi ada kejadian bahwa bengkel Sukiyat dibakar orang karena membongkar kepalsuan Esemka.
Saya juga ingat bahwa strategi andalan PDIP selama puluhan tahun adalah play victim, mereka berpikir akan lebih mudah meraih suara rakyat bila rakyat melihat calon dari PDIP adalah korban dari kelaliman atau kezaliman negara atau lawan.

Megawati pernah berhasil menggunakan cara ini sehingga tampaknya PDIP melihat tidak ada alasan mengapa cara yang sama tidak bisa digunakan oleh Jokowi dan faktanya memang Jokowi sudah mulai melakukan strategi play victim. Bila hal ini diletakan dalam konteks iklan RIP Jokowi yang heboh itu maka sudah jelas kemungkinan bahwa tim pencitraan Jokowi yang menyebar iklan tersebut jauh lebih besar daripada bila lawan Jokowi yang melakukannya.
Pegiat social media (socmed) dengan naman akun @bayprio mencoba menelusuri asal muasal beredarnya gambar RIP Jokowi. Berikut hasil penelusuran @bayprio yang ditwtikan hari ini (Jumat, 9/5/2014):
Sy trace (telusuri –ed) pengirim awal di twiter om @ulinyusron Rabu 6PM.
Sy cek TL @ulinyusron , benar ada gambar RIP Jokowi, stalking asalnya dari FB Nophie Frinsta & Tatang Badru Tamam.
Dan om @ulinyusron sangat fair, beliau infokan sumbernya FB, artinya bisa ditrace di FB kok. Jelas bukan om Ulin yg membuat.
Di TL @ulinyusron sdh dijelaskan bahwa dia dpt dari FB.
Ada 2 akun FB Nophie dan 1 akun Tatang. Namun saya tdk menemukan gambar share RIP Jokowi.
Saya cek FB Tatang dan Nophie, spertinya jokowi lover terlihat dari Pic & isi status mrk.
Jadi, meskipun ramai di hari kamis, sebenarnya hari Rabu sore sdh menyebar. Kebetulan yg sy trace dari TL @ulinyusron.
Sy masih cek juga siapa tau masih ada akun pengirim dibawah jam 6PM hari Rabu, mudah2an ada, bisa saling klarifikasi.
Siapa tau hari Rabu pagi atau Selasa sdh ada akun yg kirim duluan. Tinggal kita tanya ke akun itu.
ini pengakuan @ulinyusron di twitternya

ini akun Facebook Nophie Frinsta yang ternyata jokowi lover

ini akun Facebook Tatang Badru Tamam yang ternyata juga jokowi lover