Jodoh Prabowo Fadli Zon: Tidak Ada Mahar-maharan

Jodoh Prabowo Fadli Zon: Tidak Ada Mahar-maharan - Prabowo Subianto akhirnya mendapatkan tiket untuk mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum sebagai calon presiden pada pemilu presiden 9 Juli 2014. Lewat serangkaian lobi yang berliku, Prabowo berhasil merangkul sejumlah partai untuk berkoalisi mendukung pencalonannya sebagai presiden.

Meski tiket di tangan, jalan Prabowo tidak mulus. Sejumlah isu menghantam mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus ini. Proses koalisi yang diwarnai drama, seperti yang terjadi di Partai Persatuan Pembangunan, memunculkan isu liar bahwa Prabowo memberikan mahar puluhan miliar rupiah untuk mengamankan dukungan kepadanya.

Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Fadli Zon menegaskan tidak ada pemberian mahar kepada partai yang berkoalisi dengan Gerindra. "Lihat mata saya, apakah ada mahar-maharan? Enggak ada," kata Fadli tegas dalam fokus majalah detik edisi 129.

Berikut ini wawancara Isfari Hikmat dan Bahtiar Rifai dari majalah detik dengan Fadli Zon di sela-sela pergelaran wayang kulit "Semar Mbangun Kayangan dan Wahyu Cokro Ningrat" oleh dalang Ki Sabar Suroso di kantor Dewan Pimpinan Pusat Gerindra, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis, 15 Mei 2014.

Mau ke mana arah koalisi Gerindra? Arah Gerindra sudah jelas. Ke arah kemenangan (tertawa). Dengan PAN kami sudah jelas. Kami sudah serah-terima. Kami sudah mendapat hasil rakernas dari PAN.

Penjajakan dengan PAN berapa lama? Penjajakan sejak dua tahun lalu. Dari dua tahun lalu Pak Prabowo sering ketemu dengan Pak Hatta. Bahkan, sebelum pemilu legislatif, bertiga bertemu di Cikeas: Pak SBY, Pak Hatta, Pak Prabowo. Sebulan sebelum (pemilu) legislatif.

Sejak kapan intensif pertemuan Prabowo dengan Hatta? Adalah, kan tidak perlu semua pertemuan diketahui oleh publik. Ini operasi senyap (tertawa).

***

Wawancara selengkapnya bisa dibaca GRATIS di edisi terbaru Majalah Detik (edisi 129, 19 Mei 2014). Edisi ini mengupas tuntas “Jodoh Prabowo”. Juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik, seperti rubrik Nasional “Akhir Drama Konvensi”, Internasional “Anak Gadis di Sarang Boko Haram”, Ekonomi “Pekerjaan Rumah Menteri Baru”, Wisata “Menjelajahi Yangon”, rubrik Seni Hiburan dan review Film “The Immigrant”, serta masih banyak artikel menarik lainnya.

Untuk aplikasinya bisa di-download di apps.detik.com dan versi pdf bisa di-download di www.majalahdetik.com. Gratis, selamat menikmati!!