Jodoh Prabowo Meluluhkan Mertua, Menyunting Hatta - "Mas Amien, (Prabowo) ini anak saya cerdas, tapi masih muda. Tolong dibimbing."
Wasiat ekonom Sumitro Djojohadikusumo itu barangkali menjadi salah satu penentu Amien Rais akhirnya memberi restu Prabowo Subianto menggandeng Hatta Rajasa, Ketua Umum Partai Amanat Nasional, untuk berduet dalam Pemilu Presiden 2014.
Amien dan Sumitro memang sahabat dekat. Keduanya sama-sama tokoh yang kritis terhadap Presiden Soeharto, yang juga mertua Prabowo. Ketika Pak Cum, panggilan Sumitro, wafat tahun 2001, Amien datang melayat bersama mantan Presiden Abdurrahman Wahid.
"Pesan itu diberikan jauh sebelum Pak Cum meninggal," kisah Dradjad Wibowo, yang sering mendampingi Amien bertemu Prabowo, dalam fokus majalah detik edisi 129.
Prabowo sendiri mengaku menganggap Amien sebagai mentornya soal politik. Ia mengenal sahabat ayahnya itu sejak remaja. Prabowo sering meminta pandangan Amien tentang segala permasalahan bangsa. Saat Soeharto semakin keras terhadap pengkritiknya, Prabowo tetap berdiskusi dengan Amien. Hanya saja diskusi dengan tokoh gerakan reformasi itu dilakukan malam-malam. Tempatnya pun rahasia.
***
Tulisan selengkapnya bisa dibaca GRATIS di edisi terbaru Majalah Detik (edisi 129, 19 Mei 2014). Edisi ini mengupas tuntas “Jodoh Prabowo”. Juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik, seperti rubrik Nasional “Akhir Drama Konvensi”, Internasional “Anak Gadis di Sarang Boko Haram”, Ekonomi “Pekerjaan Rumah Menteri Baru”, Wisata “Menjelajahi Yangon”, rubrik Seni Hiburan dan review Film “The Immigrant”, serta masih banyak artikel menarik lainnya.
Untuk aplikasinya bisa di-download di apps.detik.com dan versi pdf bisa di-download di www.majalahdetik.com. Gratis, selamat menikmati!!
Wasiat ekonom Sumitro Djojohadikusumo itu barangkali menjadi salah satu penentu Amien Rais akhirnya memberi restu Prabowo Subianto menggandeng Hatta Rajasa, Ketua Umum Partai Amanat Nasional, untuk berduet dalam Pemilu Presiden 2014.
Amien dan Sumitro memang sahabat dekat. Keduanya sama-sama tokoh yang kritis terhadap Presiden Soeharto, yang juga mertua Prabowo. Ketika Pak Cum, panggilan Sumitro, wafat tahun 2001, Amien datang melayat bersama mantan Presiden Abdurrahman Wahid.
"Pesan itu diberikan jauh sebelum Pak Cum meninggal," kisah Dradjad Wibowo, yang sering mendampingi Amien bertemu Prabowo, dalam fokus majalah detik edisi 129.
Prabowo sendiri mengaku menganggap Amien sebagai mentornya soal politik. Ia mengenal sahabat ayahnya itu sejak remaja. Prabowo sering meminta pandangan Amien tentang segala permasalahan bangsa. Saat Soeharto semakin keras terhadap pengkritiknya, Prabowo tetap berdiskusi dengan Amien. Hanya saja diskusi dengan tokoh gerakan reformasi itu dilakukan malam-malam. Tempatnya pun rahasia.
***
Tulisan selengkapnya bisa dibaca GRATIS di edisi terbaru Majalah Detik (edisi 129, 19 Mei 2014). Edisi ini mengupas tuntas “Jodoh Prabowo”. Juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik, seperti rubrik Nasional “Akhir Drama Konvensi”, Internasional “Anak Gadis di Sarang Boko Haram”, Ekonomi “Pekerjaan Rumah Menteri Baru”, Wisata “Menjelajahi Yangon”, rubrik Seni Hiburan dan review Film “The Immigrant”, serta masih banyak artikel menarik lainnya.
Untuk aplikasinya bisa di-download di apps.detik.com dan versi pdf bisa di-download di www.majalahdetik.com. Gratis, selamat menikmati!!